Radio Online LPMAK
Media Sosial Kami
Twitter LPMAK

LPMAK Fanpage

Kerja Sama dengan YCMA Tidak Diperpanjang

LPMAK Timika – Papua | 30 October 2018

Kontrak kerja sama antara Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) dengan Yayasan Mitra Citracendekia Abadi (YMCA) yang mengelola SD, SMP dan Asrama Taruna Papua tidak diperpanjang.

Kepala Biro Pendidikan, Simon Kasamol mengatakan, kontrak kerjasama antara LPMAK dan YMCA berakhir pada 30 Juni 2018. Mengacu pada keputusan Tim Sekretaris Eksekutif (TSE) bahwa tidak melanjutkan kerja sama  lagi dengan YCMA.

“Dalam rapat TSE juga memutuskan, Sekolah Asrama Taruna Papua dikembalikan ke Biro Pendidikan dan biro membentuk tim transisi untuk melakukan perbaikan-perbaikan ser-ta menentukan semua karyawan baik guru maupun pembina asrama untuk tetap bekerja atau tidak seiring deng-an berkahirnya kerja sama tersebut,” kata Simon.

Satu bulan sebelum berakhirnya kerjasama denga YCMA, tim transisi telah dibentuk dan sudah melakukan sosialisasi kepada guru dan pembina asrama termasuk menandatangani kontrak kerja sama antara LPMAK de-ngan guru dan pembina untuk tetap bekerja.

Langkah selanjutnya yang dilakukan tim transisi adalah bersama-sama tim YMCA menyusun struktur baru, baik itu di asrama maupun di sekolah, termasuk aturan-aturan yang mendukung operasional kedua fasilitas pendidikan tersebut.

Selain itu juga, tim transisi berupaya meningkatkan profesionalisme guru dan pembina asrama dengan menggelar workshop, menghadirkan nara sumber yang professional dan berpengalaman di bidang pendidikan yaitu dari Yayasan Lokon Manado dan Yayasan Binterbusih Semarang.

“Kita menghadirkan narasumber yang berkompeten khusus masalah asrama terkait pembentukan karakter anak dan pembina yang dipanggil untuk membina orang Amungme dan Kamoro  dipercayakan kepada Ya-yasan Binterbusih Semarang. Sedang-kan untuk guru, terkait penerap-an- kurikulum 2013 mengundang Yayasan Lokon Manado,” ujar Simon Kasamol.

Simon berharap melalui workshop tersebut para guru dan pembina asrama mampu menerapkan apa yang telah diperoleh dan dipelajari selama mengikuti kegiatan yang digelar 9-13 Juni 2018 itu. (ant/miskan)



Kontrak kerja sama antara Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) dengan Yayasan Mitra Citracendekia Abadi (YMCA) yang mengelola SD, SMP dan Asrama Taruna Papua tidak diperpanjang.

Kepala Biro Pendidikan, Simon Kasamol mengatakan, kontrak kerjasama antara LPMAK dan YMCA berakhir pada 30 Juni 2018. Mengacu pada keputusan Tim Sekretaris Eksekutif (TSE) bahwa tidak melanjutkan kerja sama  lagi dengan YCMA.

“Dalam rapat TSE juga memutuskan, Sekolah Asrama Taruna Papua dikembalikan ke Biro Pendidikan dan biro membentuk tim transisi untuk melakukan perbaikan-perbaikan ser-ta menentukan semua karyawan baik guru maupun pembina asrama untuk tetap bekerja atau tidak seiring deng-an berkahirnya kerja sama tersebut,” kata Simon.

Satu bulan sebelum berakhirnya kerjasama denga YCMA, tim transisi telah dibentuk dan sudah melakukan sosialisasi kepada guru dan pembina asrama termasuk menandatangani kontrak kerja sama antara LPMAK de-ngan guru dan pembina untuk tetap bekerja.

Langkah selanjutnya yang dilakukan tim transisi adalah bersama-sama tim YMCA menyusun struktur baru, baik itu di asrama maupun di sekolah, termasuk aturan-aturan yang mendukung operasional kedua fasilitas pendidikan tersebut.

Selain itu juga, tim transisi berupaya meningkatkan profesionalisme guru dan pembina asrama dengan menggelar workshop, menghadirkan nara sumber yang professional dan berpengalaman di bidang pendidikan yaitu dari Yayasan Lokon Manado dan Yayasan Binterbusih Semarang.

“Kita menghadirkan narasumber yang berkompeten khusus masalah asrama terkait pembentukan karakter anak dan pembina yang dipanggil untuk membina orang Amungme dan Kamoro  dipercayakan kepada Ya-yasan Binterbusih Semarang. Sedang-kan untuk guru, terkait penerap-an- kurikulum 2013 mengundang Yayasan Lokon Manado,” ujar Simon Kasamol.

Simon berharap melalui workshop tersebut para guru dan pembina asrama mampu menerapkan apa yang telah diperoleh dan dipelajari selama mengikuti kegiatan yang digelar 9-13 Juni 2018 itu. (ant/miskan)


SEJARAH KAMI

Pemerintah Provinsi Irian Jaya dan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada bulan April 1996, memprakarsai suatu rencana pembangunan di kawasan operasi perusahan dengan sasaran utama pada sejumlah Kampung asli Amungme dan Kamoro di seputar kota Timika.

Rencana tersebut tidak berjalan mulus, hingga terbentuklah Program Pengembangan Masyarakat Timika Terpadu (PWT2) yang cakupannya lebih luas meliputi warga suku Amungme dan suku Kamoro serta kekerabatan lima suku yang berdomisili di Mimika.

Lembaga PWT2 telah mengelola Dana Kemitraan PTFI yang dialokasikan sebesar dari 1% penghasilan PTFI sebelum dipotong pajak dan kewajiban lainnya. Dua tahun kemudian pada bulan Agustus 1998, Masa transisi dan reposisi lembaga, di mana seluruh program yang dilakukan PWT2 dihentikan.

Baca selengkapnya ...

HUBUNGI KAMI :
Kantor Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso (Eks Incubator PTFI) Timika,
Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321521, 322450, 3217563.
Faks : 0901 – 321933, 323505.
Kantor Urusan Program :
Jalan Ahmad Yani, No. 68 A. Timika, Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321817, 322888.
Faks: 0901 – 323318.
Website : www.lpmak.org
Facebook : lpmak
Twitter : @lpmak_
Website: lpmak.org
Peta Lokasi