Radio Online LPMAK
Media Sosial Kami
Twitter LPMAK

LPMAK Fanpage

Layanan Dokter Terbang Menjangkau Daerah yang Tak Terjangkau

LPMAK Timika – Papua | 17 October 2018


Sejak pukul 06.00 WIT, Tim Dokter Terbang sudah berada di bandara, menunggu jadwal penerbangan helicopter yang akan menuju Kampung Baluni. Sebuah kampung yang terletak di dataran tinggi Kabupaten Mimika, melalui transportasi udara tersebut hanya dibutuhkan waktu selama 15 menit.

Sesaat setelah petugas tiba, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi kegiatan kepada Kepala Kampung Baluni,  Akiler Janampa, kader-kader posyandu serta seluruh masyarakat. Sosialisasi dilakukan di Balai Kampung Baluni. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kegiatan yang akan dilaksanakan dan memperkenalkan seluruh anggota tim yang ada.

Tim Layanan Dokter Terbang yang terdiri dari, Biro Kesehatan LPMAK, petugas kesehatan Dinas Kesehatan Mimika dan staf Distrik Tembagapura menuju Kampung Baluni, Jagamin dan Aroanop.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan preventif, promotif dan kuratif di daerah terpencil yang tidak ada layanan kesehatan rutin. Memberikan dan meningkatkan pengetahuan HIV, TB kader dan masyarakat agar mampu berperilaku hidup sehat dan terhindar dari penularan penyakit TB dan HIV serta melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan dari mitra kerja biro kesehatan LPMAK.

Program dokter terbang merupakan bagian dari renstra biro kesehatan tahun 2018- 2022 agar tercapai pemerataan pelayanan kesehatan sampai ke daerah daerah terpencil di wilayah program yang tidak terjangkau pelayanan kesehatan rutin.

Koordinator Kesehatan Masyarakat dataran Tinggi LPMAK, dr. Milka Tiranda mengatakan masyarakat memberi respon yang baik dalam kegiatan pengobatan dan penyuluhan, “Anak-anak maupun orang dewasa sangat antusias dalam mengikuti sesi-sesi penyuluhan, selain itu aparat kampung sangat membantu kegiatan dan ikut berperan serta dalam seluruh rangkaian kegiatan selesai,” Katanya.

Dalam kegiatan ini, Tim Dokter terbang melaksanakan vaksinasi pada bayi, balita dan ibu hamil. Pelayanan orang sakit dilakukan setiap saat atau tidak membatasi waktu.

Selain itu juga dilakukan pengobatan, pemberian Vitamin A dan Obat cacing yang dilakukan di Kantor Kampung Baluni. Sementara keesokan hari penyuluhan kesehatan baru dilaksanakan oleh karena mama mama sudah berangkat ke kebun.

“Pada hari pertama, di Kampung Baluni sebanyak 21 pasien diobati, tiga anak telah diimunisasi dan 16 anak mendapat Vitamin A dan obat cacing sedangkan dua ibu hamil telah dilakukan ANC,” kata dokter Milka seraya menambahkan sebanyak 15 bayi dan balita telah ditimbang.

Keesokan harinya Tim berangkat ke Kampung Jagamin yang ditempuh dengan berjalan kaki selama satu jam melewati sungai, mendaki dan menuruni gunung.

“Tim Dokter Terbang harus berjalan kaki melawati jalan yang cukup terjal, menyebrangi sungai dan naik turun gunung untuk mencapai kampung Jagamin, meskipun medan yang sangat sulit, Kami tetap komitmen melaksanakan program dan melayani masyarakat,” kata Marina Beanal, Staf Biro Kesehatan LPMAK wilayah Dataran Tinggi.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesehatan Masayarakat, Hengky Womsiwor mengatakan di kampung Jagamin juga dilakukan layanan kesehatan bagi masyarakat yang ada dan Antenatal care bagi ibu hamil.

“Tak hanya pengobatan, Kami juga melakukan penyuluhan tentang Diare, Cacingan, dan Kebersihan diri  kepada 60 murid SD Inpres Baluni, selain itu juga Kami memberikan Vitamin A, obat cacing dan imunisasi kepada bayi maupun balita,” Jelasnya.

Selain kegiatan yang dilaksanakan di gedung atau fasilitas umum, Tim Dokter Terbang juga melakukan kegiatan home visit pada ibu nifas yang baru melahirkan anak ketiga. Dalam kegiatan itu tim menimbang bayi, memeriksa tali pusat dan menyuntik imunisasi Hepatitis dan BCG setelah itu, ibu diberi vitamin penambah darah dan vitamin A serta mengedukasi cara memandikan bayi dan merawat tali pusat.

Kegiatan Layanan Dokter terbang ini dilaksanakan dengan melibatkan petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Pemerintah Distrik Tembagapura, dan PKK Dis-trik Tembagapura.

Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, sejak tanggal 5 hingga 8 maret lalu. (miskan)


SEJARAH KAMI

Pemerintah Provinsi Irian Jaya dan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada bulan April 1996, memprakarsai suatu rencana pembangunan di kawasan operasi perusahan dengan sasaran utama pada sejumlah Kampung asli Amungme dan Kamoro di seputar kota Timika.

Rencana tersebut tidak berjalan mulus, hingga terbentuklah Program Pengembangan Masyarakat Timika Terpadu (PWT2) yang cakupannya lebih luas meliputi warga suku Amungme dan suku Kamoro serta kekerabatan lima suku yang berdomisili di Mimika.

Lembaga PWT2 telah mengelola Dana Kemitraan PTFI yang dialokasikan sebesar dari 1% penghasilan PTFI sebelum dipotong pajak dan kewajiban lainnya. Dua tahun kemudian pada bulan Agustus 1998, Masa transisi dan reposisi lembaga, di mana seluruh program yang dilakukan PWT2 dihentikan.

Baca selengkapnya ...

HUBUNGI KAMI :
Kantor Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso (Eks Incubator PTFI) Timika,
Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321521, 322450, 3217563.
Faks : 0901 – 321933, 323505.
Kantor Urusan Program :
Jalan Ahmad Yani, No. 68 A. Timika, Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321817, 322888.
Faks: 0901 – 323318.
Website : www.lpmak.org
Facebook : lpmak
Twitter : @lpmak_
Website: lpmak.org
Peta Lokasi