Radio Online LPMAK
Media Sosial Kami
Twitter LPMAK

LPMAK Fanpage

Program Biro Kesehatan Merujuk pada Renstra

LPMAK Timika – Papua | 31 August 2018
Kepala Biro Kesehatan LPMAK Timika dalam sambutan program biro kesehatan


BIRO Kesehatan LPMAK dalam menjalankan seluruh program pelayanan selalu merujuk pada rencana strategis. Salahsatunya termasuk program Kampung Sehat.
Hal itu disampaikan Kepala Biro Kesehatan LPMAK, Yusup Nugroho menanggapi adanya keluhan sejumlah pihak yang menilai Program Kampung Sehat LPMAK di kampung – kampung pedalaman dan pesisir selama ini berjalan sendiri tanpa koordinasi dengan Puskesmas setempat.
Di temui di ruang kerjanya Selasa (6/3), Yusup menjelaskan, dalam penyusunannya, semua program kesehatan LPMAK termasuk Program Kampung Sehat sudah dibicarakan dalam rencana strategis dan selalu meminta arahan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan dan BAPPEDA, serta stakeholder lainnya.
“Karena secara teknis, dinas kesehatan yang bertanggungjawab mengurusi kesehatan. Sementara BAPPEDA mengurusi perencanaan pembangunan. Setelah mendapat arahan barulah Biro Kesehatan LPMAK mulai merumuskan program dan setelah itu disahkan lagi oleh Badan Pengurus ( BP ) LPMAK, dimana didalamya ada unsur pemerintahan dan pihak lain. Jadi tidak ada yang keliru disana”, kata Yusup.
Yusup juga mengatakan, sebelum mengunjungi kampung-kampung untuk memberikan pelayanan, Biro Kesehatan LPMAK selalu menyurati baik Kepala Puskesmas, Kepala Distrik, Kepala Kampung, tokoh masyarakat dan pihak keamanan dalam hal ini TNI/Polri jika ada.
“Biro Kesehatan LPMAK selalu membangun komunikasi dan bekerjasama dengan petugas dinas setempat saat melayani kesehatan masyarakat. Kami tidak berjalan sendiri, namun terkait dengan kritik itu tentu Biro Kesehatan LPMAK harus juga instropeksi, bisa saja surat tidak sampai,” kata Yusup. Sementara itu ditempat berbeda, Bagian SDM yang membawahi Kesehatan dan Pendidikan di Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (LEMASKO), Sabinus Bokeyau berpendapat, saat ini yang terpenting adalah bagaimana pelayanan kesehatan terhadap masyarakat itu dapat terpenuhi, khususnya masyarakat di daerah pedalaman dan pesisir.
“Pelayanan kesehatan masyarakat akan terpenuhi jika petugas selalu berada di tempat tugas,” tegas Sabinus. (ferdinand iri)


SEJARAH KAMI

Pemerintah Provinsi Irian Jaya dan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada bulan April 1996, memprakarsai suatu rencana pembangunan di kawasan operasi perusahan dengan sasaran utama pada sejumlah Kampung asli Amungme dan Kamoro di seputar kota Timika.

Rencana tersebut tidak berjalan mulus, hingga terbentuklah Program Pengembangan Masyarakat Timika Terpadu (PWT2) yang cakupannya lebih luas meliputi warga suku Amungme dan suku Kamoro serta kekerabatan lima suku yang berdomisili di Mimika.

Lembaga PWT2 telah mengelola Dana Kemitraan PTFI yang dialokasikan sebesar dari 1% penghasilan PTFI sebelum dipotong pajak dan kewajiban lainnya. Dua tahun kemudian pada bulan Agustus 1998, Masa transisi dan reposisi lembaga, di mana seluruh program yang dilakukan PWT2 dihentikan.

Baca selengkapnya ...

HUBUNGI KAMI :
Kantor Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso (Eks Incubator PTFI) Timika,
Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321521, 322450, 3217563.
Faks : 0901 – 321933, 323505.
Kantor Urusan Program :
Jalan Ahmad Yani, No. 68 A. Timika, Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321817, 322888.
Faks: 0901 – 323318.
Website : www.lpmak.org
Facebook : lpmak
Twitter : @lpmak_
Website: lpmak.org
Peta Lokasi