Radio Online LPMAK
Media Sosial Kami
Twitter LPMAK

LPMAK Fanpage

Monitoring dan Evaluasi Peserta Beasiswa

LPMAK Timika – Papua | 31 August 2018


BIRO Pendidikan pada Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) secara rutin melakukan fungsi monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program dan penca-paian beasiswa ke seluruh kota studi.

Menurut Kepala Biro Pendidikan, Titus Kemong, monev sangat penting dalam menilai  keberhasilan dan mencapai tujuan, separuhnya ditentukan oleh rencana yang telah ditetapkan dan setengahnya adalah bagian dari fungsi pengawasan. Sebab itu, kata Titus Kemong, pada umumnya, manajemen menekankan terhadap pentingnya kedua fungsi ini, yaitu perencanaan dan pengawasan.

LPMAK melalui biro pendidikan, setiap tahun melakukan monev ke semua perguruan tinggi yang menjadi mitra kerja. Sebab itu Titus Kemong dengan tegas menyebutkan program monev itu harga mati lantaran hal ini didasari oleh adanya pemikiran bahwa dengan menggunakan pemantauan dan penilaian dapat diukur tingkat kemajuan program pendidikan dari peserta beasiswa. Hal ini dapat digunakan untuk menghasilkan informasi guna mendukung pengambilan keputusan, kata Titus, berkaitan dengan perkembangan masing-masing peserta beasiswa.

Tentang manfaat lain dari monev, sebagaimana dikatakan kepala biro pendididikan adalah dengan melakukan monitoring kegiatan, manfaat yang dapat diambil dari tindakan tersebut adalah dapat mengenali masalah dari kegiatan yang sedang dilaksanakan sedini mungkin, melakukan perbandingan antar lokasi atau tempat, menilai trend situasi tertentu sehingga dapat diambil tindakan korektif secara tepat dan cepat.

Sedangkan manfaat evaluasi, sambung Titus, karena evaluasi harus melayani berbagai kebu-tuhan dalam sebuah satuan pendidikan, maka evaluasi juga mempunyai strategi atau metode yang banyak dan dilakukan pada berbagai tingkatan pelaksanaan program. Maka dengan adanya tujuan dari evaluasi dalam satuan pendidikan, dapat memperoleh manfaat secara langsung maupun tidak langsung, diantaranya dapat menilai kelemahan dan kekuatan perencanaan dalam suatu kegiatan pendidikan untuk menjadi lebih baik lagi. “Selain itu dapat menentukan proses derajat efektifitas kegiatan terhadap target dari sumber daya pelayanan dan keuntungan yang diharapkan oleh pihak pihak yang terkait dalam lingkup satuan pendidikan tersebut. Juga dapat melihat dampak secara langsung dari kegiatan yang dilakukan dalam satuan pendidikan tersebut,” jelas Titus.

Menanggapi anggapan berbagai pihak yang menilai program monev hanya sekadar melancong atau jalan-jalan, Titus secara tegas membantahnya. “Ibarat bermain sepakbola, penonton selalu lebih pintar dari pemain, padahal mereka tidak merasakan betapa beratnya para pemain berjuang di dalam lapangan. Begitupun dengan program pendidikan, orang yang tidak memahami secara baik dan benar pasti mengomentari macam-macam padahal mereka sendiri belum tentu bisa menjalankan program ini,” tegasnya.

Masih menurut Titus, monitoring adalah sebuah kegiatan untuk mendapatkan informasi tentang pelaksaan dari penerapan kebijakan sehingga dapat disimpulkan bahwa fokus daripada monitoring itu sendiri berdasarkan pada pelaksanaannya bukan berdasarkan hasil. Sementara itu evaluasi adalah proses untuk  mendapatkan informasi tentang hasil, dimana informasi ini dibandingkan dengan sasaran atau target yang telah ditetapkan. “Jika hasilnya sesuai dengan sasaran artinya apa yang telah ditetapkan berhasil atau efektif namun apabila sebaliknya maka evaluasi tersebut dianggap tidak efektif dan gagal. Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Hasil dari monitoring akan digunakan untuk memberikan binaan berupa masukan umpan balik, bagi perbaikan pelaksanaan program, sedangkan hasil dari evaluasi dapat memberikan informasi yang dapat digunakan untuk memberikan masukan masukan terhadap keseluruhan komponen,” jelasnya.

Tentang program monev itu sendiri, masih menurut Titus berlaku hampir di semua institusi pemerintah maupun swasta sehingga menurutnya tak perlu dipersoalkan atau diperdebatkan. “Dalam sebuah organisasi tentunya terdapat sebuah kegiatan berupa monitoring dan evaluasi guna mendapatkan keterangan yang jelas mengenai bagaimana cara atau strategi untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam organisasi tersebut. Sebab itu proses monitoring maupun proses evaluasi sendiri memiliki tujuan tujuan yang dapat menunjang keberhasilan di organisasi tersebut. Baik monitoring dan evaluasi sendiri memiliki beberapa tujuan penting untuk mendukung proses mencapai hasil yang baik,” kata dia.

Titus berujar dirinya tak bermaksud menggurui orang lain, tapi ia merasa perlu menjelaskan bahwa adapun tujuan baik dari monitoring dan evaluasi yang dilakukan LPMAK melalui Biro Pendidikan yaitu dalam sebuah penyelenggara program pendidikan adalah untuk menyajikan informasi tentang pelaksanaan program atau kegiatan sebagai um-pan balik bagi pelaksana kegiatan tersebut. “Kita memeriksa kembali strategi pelaksanaan kegiatan atau program pada biro pendidikan sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya setelah adanya perbandingan dengan kenyataan di lapangan. Kita juga bisa menemukan permasalahan  permasalahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan program atau agenda kegiatan dalam satu-an pendidikan tersebut. Selain itu dapat mengetahui factor factor pendukung dan penghambat dalam penyelenggaraan program atau kegiatan satuan pendidikan tersebut,” jelasnya.

Biro Pendidikan dalam kegiatan monitoring sendiri dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan teknik pendekatan langsung dan pendekatan tidak langsung. Pendekatan langsung dapat menggunakan wawancara formal dan informal serta observasi lapangan atau observasi proses yang berjalan. Cara cara tersebut dapat digunakan untuk memantau ke-giatan, peristiwa, komponen, pro-ses, dan hasil dari program yang sedang dijalankan oleh satuan pendidikan tersebut. Sementara itu, pendekatan tidak langsung dapat menggunakan cara cara menelaah laporan berkala yang disampaikan oleh masing masing kepala bagian.

“Dari seluruh temuan-temuan itulah akan menjadi bahan evaluasi. Tujuan dari evaluasi adalah untuk mengetahui apakah tujuan dan rencana yang telah ditentukan dapat dicapai sesuai dengan harapan dan berjalan dengan lancar atau dampak apa yang timbul dari program yang telah dilakukan oleh biro pendidikan. Selain itu evaluasi juga berguna untuk menetapkan apakah program atau kegiatan itu dapat diteruskan ataukah akan dihentikan, diperbaiki dan dimodifikasi atau diperluas dan ditingkatkan,” tegasnya. (thobias maturbongs)


SEJARAH KAMI

Pemerintah Provinsi Irian Jaya dan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada bulan April 1996, memprakarsai suatu rencana pembangunan di kawasan operasi perusahan dengan sasaran utama pada sejumlah Kampung asli Amungme dan Kamoro di seputar kota Timika.

Rencana tersebut tidak berjalan mulus, hingga terbentuklah Program Pengembangan Masyarakat Timika Terpadu (PWT2) yang cakupannya lebih luas meliputi warga suku Amungme dan suku Kamoro serta kekerabatan lima suku yang berdomisili di Mimika.

Lembaga PWT2 telah mengelola Dana Kemitraan PTFI yang dialokasikan sebesar dari 1% penghasilan PTFI sebelum dipotong pajak dan kewajiban lainnya. Dua tahun kemudian pada bulan Agustus 1998, Masa transisi dan reposisi lembaga, di mana seluruh program yang dilakukan PWT2 dihentikan.

Baca selengkapnya ...

HUBUNGI KAMI :
Kantor Pusat (sekretariat) :
Jalan Yos Soedarso (Eks Incubator PTFI) Timika,
Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321521, 322450, 3217563.
Faks : 0901 – 321933, 323505.
Kantor Urusan Program :
Jalan Ahmad Yani, No. 68 A. Timika, Mimika – Papua 99910
Telepon : 0901 – 321817, 322888.
Faks: 0901 – 323318.
Website : www.lpmak.org
Facebook : lpmak
Twitter : @lpmak_
Website: lpmak.org
Peta Lokasi