Home > Articles > Permainan Lokal su Trada

SAAT ini kita jarang melihat anak-anak bermain bersama-sama. Mengapa demikian? Situasi ini mengganggu Sob Komen punya pikiran. Anak-anak saat ini hampir tidak mengenal lagi permainan tradisional. Banyak yang memilih menghabiskan waktu sendiri untuk bermain gadget atau dunia online. Tidak seperti permainan dahulu yang memuntut kebersamaan. Jaman memang telah berganti, namun apakah budaya bermain pada anak-anak juga harus terganti?

Sob Komen merasa terganggu dengan perubahan yang terjadi dengan dunia permainan pada anak-anak.

“Jaman dulu, kitorang main kelereng, lompat tali, tar-tar, lompat gici-gici. Sekarang su trada lagi mainan begitu, anak-anak lebih suka main game di hape, main game di mall,” Sob Komen mulai komentarnya saat bercerita dengan rekannya Yacobus.

Yacobus yang dengar keluhan Sob Komen langsung angkat bicara,”Sob,

di era globalisasi saat ini, memang kemajuan teknologi dan perkembangan dunia internet dapat membuat permainan tradisional hilang.”

Sob Komen dengar dengan serius trus Sob Komen balas,”Memang benar yang pace ko bilang, tapi kitorang harus ingat permainan tradisional itu warisan kekayaan yang perlu dilestarikan. Terlebih lagi permainan tradisional itu mengandung nilai-nilai positif bagi kehidupan anak-anak dorang.”

Sob Komen mulai bicara panjang lebar, anak-anak saat ini lebih kenal permainan point blank, angry bird, pokopang dan GTA. Mainan begini bisa bikin gangguan psikis, Sob Komen bicara dengan gaya seperti psikolog.

Sob Komen mulai ajak Pace Yacobus untuk berpikir tentang menghidupkan permainan tradisional kepada anak-anak.

“Sobat, lebe bae kitong dua kumpul orang tua di kampung baru kitong kasetau dorang supaya ajar dorang pung anak-anak bermain permainan tradisional seperti lompat karung, lompat tali, main kelereng, main gici-gici, gasing dan mainan tradisional lain dari pada orang tua dorang beli beli playstation, komputer dan tablet untuk anak-anak bermain game. Uang itu lebe bae dorang pake bayar beli makanan bergizi untuk anak-anak makan supaya sehat dan otaknya cerdas,” ujar Sob Komen sambil ajak Pace Yacobus menuju balai kampung untuk bertemu dengan orang-orang tua di kampung.***

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*