Home > Articles > Pemerintah Daerah Kabupaten

Mimika diminta lebih berperan aktif untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat lokal di Mimika. Selama ini terkesan pemerintah daerah seakan hanya berpangku tangan dan tak ada upaya mengembangkan masyarakat daerah ini.
Ungkapan itu dilontarkan Field Supervisor Biro Ekonomi Suku Nduga pada lingkungan Lembaga Pengembangan Ma-sya rakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), Elias Mirip usai melakukan pendampingan terhadap kelompok binaan mereka.
“Upaya yang kami lakukan perlu dukungan dari pelaku-pelaku usaha dan pemerintah daerah sehingga usaha yang dikembangkan masyarakat tujuh suku bisa berhasil dalam persaingan agribisnis di Kabupaten Mimika,” kata Elias.
Menurutnya, pembangunan basis ketahanan ekonomi masyarakat lokal Mimika harus dilakukan bersama-sama semua pihak, swasta dan pemerintah.
Biro Ekonomi Nduga LPMAK, kata Elias, tak henti mengajak Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk meningkatkan kemampuan dan kemauan mengembangkan usaha produktif. Namun, belum banyak KSM yang mampu menjalankan usaha secara lebih efisien dan efektif.
Kelompok-kelompok usaha masyarakat ini hanya melakukan kegiatan ekonomi secara musiman. “Usaha itu hanya dilakukan saat menerima dana bantuan, kemudian ketika dana itu habis mereka tidak melakukan kegiatan ekonomi lagi,” kata Elias.
Menurut Elias, sedikitnya 60 persen kelompok usaha Suku Nduga belum dapat menjalankan usaha dengan baik. Kelompok-kelompok usaha ini hanya melakukan usaha ketika mendapat dana bantuan usaha melalui program dana bergulir. “Sejak tahun 2003 – 2009, banyak KSM membuat sebuah usaha jangka pendek dan hanya dilakukan ketika dana bantuan cair,” katanya.
Upaya terobosan yang dilakukan Biro Nduga untuk terus menggiatkan usaha ekonomi masyarakat terus dilakukan. Elias kemudian mengajak KSM binaan di wilayah pendampingannya yang mempunyai lahan setengah hektar ke atas untuk melakukan usaha pertanian dengan pola jangka panjang. Sejumlah tanaman pertanian yang diujicoba antara lain pisang, jeruk, dan durian.
“Selain mengajak membuat usaha jangka panjang, kami memberikan pendampingan dan pelatihan teknis secara langsung di lahan mulai saat KSM membuka lahan hingga menanam, sekaligus memberi motivasi agar pengurus kelompok dan anggotanya mampu memiliki gagasan untuk berladang, jelas Elias Mirip.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*