Home > Feature News > Pandangan Seputar Pengelolaan Beasiswa

INDIKATOR atau penilaian pengelolaan beasiswa Biro Pendidikan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) menjadi topik utama dalam kegiatan Evaluasi Pengelolaan Beasiswa Kemitraan LPMAK yang dihadiri 22 mitra pendidikan LPMAK di Indonesia yang berlangsung di Bali, Senin (17/2) hingga Kamis (20/2).

Dalam salah satu sesi, Sekretaris Eksekutif LPMAK, Emanuel Kemong yang diwakili Wakil Sekretaris Eksekutif (WASE) Bidang Program LPMAK, Yohanes Arwakon mengatakan, pemaparan pandangan dilakukan secara akademis, tapi juga strategi mitra pendidikan berdasarkan hasil lokakarya setahun lalu.

Diantaranya rekrutmen dan seleksi oleh Biro Pendidikan, katanya harus diperbaiki. Karena pembinaan semasa menjadi peserta beasiswa dipengaruhi sistem seleksi, masih kesulitan menghadapi sistem akademik, juga dipengaruhi oleh perilaku, sikap dan lain-lain.

 Jadi harus berlangkah inovatif. Bagi Biro Pendidikan LPMAK, kata Yohanes Arwakon, jadwal seleksi beasiswa mulai 2014, dilakukan sebelum bulan Mei, tidak seperti biasanya. Paling tidak, pada Maret ini proses perekrutan harus sudah bisa jalan.

Tak seperti tahun sebelumnya, peserta beasiswa melakukan tes dan seleksi akademik hingga tes psi-kotes dan kesehatan. “Kalau se-telah Mei, dampaknya yaitucalon peserta beasiswa tidak ada pilihan lain jika tak lulus menjadi peserta beasiswa LPMAK,” tambahnya.

Jika seleksi dilakukan lebih awal, maka calon peserta beasiswa yang tak lolos dapat memilih jalur peluang lain untuk melanjutkan pendidikan. Sementara peserta yang lolos menjadi peserta peneri-ma beasiswa LPMAK, dapat saja mengikuti persiapan akademik di Multi-Purpose Community Center (MPCC) di Timika. Perbaikan lainnya adalah seleksi kesehatan secara ketat. Membentuk tim komite medik dari beberapa klinik dan rumah sakit, sehingga hasil tes kesehatan benar-benar akurat.

Selain itu, Biro Pendidikan menegakkan aturan secara tegas terhadap peserta beasiswa. Bagi peserta dengan kasus pelanggaran aturan pedoman beasiswa, wajib mendapat sanksi, pada tingkat parah dikeluarkan dari daftar peserta program beasiswa LPMAK.

“Itu tujuannya, sehingga kami berharap tiap lembaga mitra mela-por rutin tentang perkembang-an akademik dan non-akademis peserta, sehingga tingkat sakit atau masalah eksternal lain para peserta beasiswa diketahui lebih awal,” jelasnya.

Laporan tentang perkembang-an peserta beasiswa, tak hanya kepada lembaga LPMAK tapi juga kepada para orang tua penerima beasiswa seperti yang pernah dilakukan Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata Semarang pada 2013 di Timika. Tindakan selanjutnya adalah komunikasi internal untuk merespon perkembangan situasi berdasarkan laporan-laporan para mitra itu.

Persoalannya, berdasar hasil monitoring di Papua dan Manado, terkadang penerima beasiswa kurang bisa memperhitungkan kemampuan mereka dalam mengambil jumlah mata kuliah. Kartu Rencana Studi (KRS) penuh. Da-lam laporan pertanggungja-wab-an (LPJ), para pendamping tidak hanya memberikan LPJ ke-uangan tapi juga diharapkan perkembangan anak, sakit, sikap dan perilaku, serta tindakan dan perkembangan akademik, kegiat-an pelatihan kepemimpinan dan dampak budaya di lingkung-an sekitarnya.

“Dari awal semester, IPK peserta beasiswa bersangkutan dapat diprediksi dan dikendalikan,” kata Arwakon. Bagi mereka yang bermasalah, dapat saja ditempuh melalui penyelenggaraan program bantuan akademis. Misal ada yang tidak lulus mata kuliah tertentu atau tertinggal dapat dikejar melalui semester pendek (SP). Pendamping anak-anak secara konsisten melapor seputar keuangan serta kekurangan lainnya.

“Sebelumnya,  setiap LPJ keuangan yang masuk akan diproses di Biro Keuangan. Jika ada kekurangan dikirim kembali ke Mitra melalui Biro Pendidikan. Sekarang, sudah ada personil Biro Keuangan LPMAK yang ditempatkan di Biro Pendidikan, sehingga kekurangan langsung ditangani dan komunikasi lebih lancar. Tapi kelancaran masih tergantung dari kerjasama pengiriman LPJ yang tepat waktu dari rekan-rekan mitra,” ungkapnya.

 

Kekurangan-kekurangan harus diminimalisir. Kesepakatan bersama mitra, waktu pelaporan LPJ harus dijadwalkan bersama seluruh mitra pendidikan sehingga mencapai target program secara bersama-sama. Dengan tuntasnya masalah-masalah administratif, maka baik mitra maupun Biro Pendidikan bisa lebih memfokuskan diri ke hal-hal yang strategis dan menjadi esensi kerjasama, yakni inovasi program dan kesuk-sesan studi penerima beasiswa. (willem bobi)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*