Home > Landas Article > Meningkatkan Kemitraan Dengan Masyarakat Local

meningkatkan-kemitraan_1

 

 

 

 

 

Program pengembangan masyarakat lokal yang dilakukan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) dilakukan dengan pendanaan dari Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI). Program kerja ini dilakukan bekerjasama dengan pemerintah, lembaga adat masyarakat lokal Mimika, dan mitra kerja lainnya.

Di bidang kesehatan, LPMAK mempunyai fokus program pada pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kuratif di rumah sakit. Kepala Biro Kesehatan LPMAK, Yusup Nugroho mengatakan, sesuai dengan Rencana Strategi (Renstra) 2008-2012 ada empat distrik di Kabupaten Mimika yang dijadikan pilot project. Keempat distrik itu adalah Tembagapura, Akimuga, Mimika Barat dan Mimika Timur Jauh.

“Distrik-distrik ini dipilih karena merupakan kantong-kantong masyarakat Amungme dan Kamoro,” kata Yusup.

Menurutnya, pada program kesehatan masyarakat, Biro Kesehatan LPMAK melaksanakan fokus program pada kesehatan ibu dan anak. “Berdasarkan temuan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat masalah kesehatan ibu dan anak di Mimika jadi masalah kesehatan yang dominan dan penting. Kami menjalin kerjasama dengan PCI (Project Concern International) yang mempunyai wilayah kerja di empat distrik,” kata Yusup.

Selain itu, Biro Kesehatan LPMAK juga memiliki tim kerja di Banti, Akimuga, Manasari, dan Ipaya serta sejumlah kampung di ke empat distrik yang dijadikan pilot project.

“Program kesehatan ibu dan anak, kegiatannya antara lain pembentukan tim kesehatan kampung, peningkatan kapasitas masyarakat, petugas medis dari pemerintah. Kami juga menjalin kerjasama dengan Dinas Kesehatan Mimika,” jelas Yusup.

Sejumlah kader kesehatan yang sudah dibentuk di beberapa kampung, kata Yusup, akan menjalan tugas memberi pelatihan pada petugas medis. “Misalnya manajemen terpadu untuk balita, asuhan persalinan normal, dan higiene dan sanitasi,” ujarnya.

Pos pelayanan terpadu (posyandu) yang dibentuk di sejumlah kampung, sambung dia, akan melaksanakan pendataan status gizi anak-anak. “Kami temukan teridentifikasi 17 persen anak-anak mengalami kurang gizi/buruk, kami berusaha melakukan rehabilitasi agar membaik,” paparnya. Ia mengakui ada sejumlah kendala untuk meningkatkan kapasitas tenaga medis pemerintah yang bertugas di kampung-kampung. “Ada persoalan peningkatan kapasitas medis untuk pemerintah. Walaupun kami pilih dari puskesmas-puskesmas sebagian petugasnya banyak tinggal di kota,”ujarnya.

Selain itu, Biro Kesehatahn LPMAK juga melakukan pencatatan populasi wanita usia subur di Kabupaten Mimika, termasuk ibu hamil. “Untuk persalinan di kampung-kampung kami seharusnya bekerjasama dengan petugas medis, tetapi di kampung tidak ada, pendampingan ibu hamil, peningkatan cakupan ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan maka tugas ini dilakukan oleh petugas kesehatan masyarakat,” jelas Yusup.

Berdasarkan survei yang pernah dilakukan Biro Kesehatan LPMAK dan PCI di ketahui bahwa sebanyak 43,1 persen ibu hamil di Mimika menyatakan pernah memeriksakan diri ke pusat kesehatan di kampung atau wilayah sekitar. Hanya 5,5 persen ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya lebih dari empat kali.

“Sebanyak 1,8 persen ibu hamil mendapat vaksin tetapi tidak ada seorang pun yang mendapat tablet penambah darah. Padahal ibu-ibu hamil biasanya akan mengalami anemia,” urainya.

Selain itu, Biro Kesehatan LPMAK juga meningkatkan kemitraan masyarakat lokal dalam pengembangan kesehatan masyarakat. Biro Kesehatan LPMAK sepanjang 2009 sudah menjalankan program air bersih dan sanitasi, dan meningkatkan kesadaraan masyarakat pesisir untuk menggunakan dan memelihara fasilitas air bersih yang dibangun oleh pemerintah di kampung-kampung.

“Kami mendukung pembangunan dan pemeliharaan air bersih dan sanitasi. Sepanjang 2009 kami sudah membangun 35 unit penampungan air hujan di Kampung Fanamo, dan 16 unit di Kampung Omawita,” kata dia. Menurutnya, Biro Kesehatan LPMAK dalam setiap proyek pembangunan fisik selalu melibatkan masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk mendidik masyarakat agar mau menggunakan dan merawat semua fasilitas fisik untuk hidup sehat yang sudah dibangun.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*