Home > Landas Article > Membangun Hubungan yang Sinergis

membangun-hub-sinergis_0

 

 

 

 

 

 

 

Program Dana Kemitraan yang disisihkan dari satu persen penghasilan kotor PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan terobosan untuk mem bangun komunitas di sekitar area kerja perusahaan. Dana pembangunan masyarakat ini merupakan dana hibah perusahaan bagi pembangunan suku lokal di Kabupaten Mimika, dan sudah dilakukan sebelum pemerintah menetapkan community development sebagai kewajiban yang harus dilakukan perusahaan.

Sebagai pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia, Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) mempunyai peran strategis menjadi mediator antara PT Freeport Indonesia dan masyarakat suku asli di Kabupaten Mimika untuk menggagas arah dan program pembangunan masyarakat lokal di Mimika.

Biro Hubungan Masyarakat (Humas) LPMAK telah merancang strategi komunikasi untuk meningkatkan kualitas pemahaman semua pihak dalam konteks pengembangan masyarakat lokal di Mimika. Harapannya, semua pihak dan pemangku kepentingan mempunyai persepsi dan itikad bersama mendukung program pembangunan sosial-ekonomi masyarakat yang dilakukan PT Freeport Indonesia.

“Strategi komunikasi LPMAK diarahkan pada upaya-upaya menggarap presepsi stakeholder agar, sikap dan tindakannya mendukung program pembangunan masyarakat. Selain itu lembaga ini diharapkan dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan tanggungjawab sosial perusahaan, menumbuhkan partisipasi aktif melalui keterlibatan penuh masyarakat dalam menjalankan program CSR (coorporate social responsibility),” kata Kepala Biro HUMAS LPMAK, Yeremias Imbiri.

Yeremias Imbiri mengatakan, LPMAK telah memiliki media internal seperti Tabloid LAndAS, situs lpmak.org serta menjalin kerjasama dengan Televisi Mandiri Papua dan Trans7.

“Tetapi sosialisasi melalui media seperti ini belum sepenuhnya dapat menjawab kebutuhan informasi masyarakat terkait hasil-hasil pembangunan yang sudah dilakukan LPMAK melalui Dana Ke mitraan PTFI,” kata Yeremias Imbiri.

Karena itu, Biro Humas merancang model strategi ko-munikasi langsung melalui tatap muka dan dialog den-gan semua pemangku kepentingan. Model komunikasi ini diarahkan kepada masyarakat luas, institusi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, wakil adat Suku Amungme dan Kamoro, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika, Majelis Rakyat Papua (MRP) dan seluruh komponen masyarakat yang terlibat langsung pada program pembangunan masyarakat melalui Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia.

Model sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta seluruh komponen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus menjalin kemitraan dalam rangka memperkuat pembangunan sosial masyarakat lokal di Mimika melalui Dana Kemitraan yang disalurkan PT Freeport Indonesia.

Sementara wakil Bupati Mimika, Abdul Muis, dalam sambutan pembukaannya mengatakan program sosialisasi yang dilaksanakan LPMAK sangat positif.

“Selain sebagai sarana untuk menyampaikan maksud dan tujuan program kerja yang akan dilaksanakan. Pada program sosialisasi ini juga akan disampaikan masukan-masukan yang akan berguna untuk melaksanakan program kerja mendatang,” kata Muis.

Muis juga meminta semua pimpinan dinas dan lembaga pemerintahan untuk meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan LPMAK, agar terjalin kerjasama yang sinergis untuk membangun Mimika.

“Saya mengimbau pimpinan SKPD dapat lebih berkoordinasi dengan LPMAK, sehingga terjadi hubungan yang sinergis antara pemerintah daerah denganLPMAK,” kata Muis. (tjahjono ep)Wakil Bupati Mimika, Abdul Muis membuka kegiatan sosialisasi program LPMAK kepada kepala-kepala dinas Kabupaten Mimika

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*