Home > Landas Article > Guru Profesional harus Kedepankan Tanggungjawab

Guru profesional harus lebih kedepankan tanggungjawab, baik kepada peserta didik, institusi, profesi maupun masyarakat, daripada menuntut hak.
“Oleh karena itu, guru profesional perlu meningkatkan terus perbaikan kinerja sebagai wujud profesionalisme, baru menuntut hak untuk peningkatan kesejahteraan, jaminan kesehatan dan keselamatan,” kata Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Ruben Magai di Jayapura, awal Januari 2010 lalu.
Namun demikian, menurut Ruben, perlu dimaklumi juga bahwa masih ada persoalan terkait dengan pencairan tunjangan profesi guru yang terkadang masih dipersoalkan. “Masalah itu diharapkan tidak berpengaruh terhadap kinerja guru profesional karena pemerintah terus mengupayakan penyelesaiannya,” ujar Ruben.
Dikatakan, hampir satu abad posisi guru relatif termarjinalkan dan kurang mendapatkan penghargaan yang memadai. Jadi sudah sewajarnya jika saat ini guru bersyukur karena posisinya semakin mendapatkan tempat, perhatian, pengakuan dan penghargaan.
Setiap guru yang telah mendapatkan sebutan guru profesional sepatutnya menjaga martabat dan harga diri. Guru profesional adalah orang yang sudah matang, dewasa dan amanah, bukan anak-anak lagi atau tidak dapat dipercaya.
“Sebagai orang yang terpercaya, guru seharus-nya dapat bekerja secara mandiri, independen, dan bertanggungjawab. Jangan sampai terjadi, secara formal sebagai guru profesional tetapi kinerjanya relatif amatir,” tandasnya.
Ia menambahkan, dalam membangun sekolah yang efektif, peran guru dan kepala sekolah sangat menentukan. Jika guru dan kepala sekolah berkualitas dengan sendirinya akan mudah dalamem bangun siswa dan sekolah yang berkualitas
“Jika sekolahnya berkualitas, dapat diyakini proses pendidikannya juga berkualitas, dan pada akhirnya lulusannya pun berkualitas yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa secara khusus Papua,” katanya.
Ruben juga meminta Dinas Pendidikan dan Pengajaran, dalam hal penerimaan guru untuk ditempatkan di daerah-daerah terpencil agar lebih mengutamakan putra dan putri daerah dan tentunya berpengalaman.
“Hal itu harus dilakukan mengingat guru di daerah-daerah terpencil masih sangat kurang dibanding dengan di kota. Ini terjadi karena banyak guru yang sudah ditempatkan di daerah banyak yang tidak kuat dengan kondisi daerah tersebut, sehingga lebih memilih untuk mengajar di kota,” katanya.
Demi mensukseskan pendidikan di daerah-darah terpencil, Ruben Magai berharap, setiap guru yang mengabdi di kampung-kampung untuk lebih profesional dan kedepankan tanggung jawab, baik kepada peserta didik, institusi, profesi maupun masyarakat.
“Jika nantinya masih didapat ada guru yang tidak menjalankan tugasnya secara baik di masing-masing daerah tugasnya, saya minta dinas Pendidikan dan Pengajaran untuk memberikan sanksi,” tegasnya.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*