Home > Articles @en > Uskup John Saklil Tantang Generasi Taruna Papua
Uskup-Keuskupan-Timika-Mgr-John-Philip-Saklil-Pr-berkhotbah-di-hadapan-anak-anak-asrama-dan-sekolah-Taruna-Papua-Kabupaten-Mimika-Kamis-11-Agustus-2016

Uskup Keuskupan Timika, Mgr John Philip Saklil Pr berkotbah di hadapan anak anak asrama dan sekolah Taruna Papua Kabupaten Mimika, Kamis 11 Agustus 2016. (foto bobi/LPMAK/2016)

Proses kehidupan manusia wajib memiliki harapan dan cita-cita sebagai tujuan hidup manusia di Bumi. Maka itu, menurut Uskup Keuskupan Timika, Mgr John Philip Saklil Pr, setiap manusia wajib memiliki cita-cita yang harus diperjuangkan oleh setiap insan manusia.

“Pertama harus punya cita-cita, kedua untuk mencapai cita-cita wajib sekolah, belajar di lembaga pendidikan!” pesan alumni Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura Jayapura beberapa dekade silam itu, Kamis (8/7). Setidaknya, setiap generasi menyabet ijazah pendidikan sekolah dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan (SMA atau SMK) hingga Perguruan Tinggi (PT).

“Kalau sampai batas ijazah SMA kebawah, hanya bisa menjadi tukang sapu di kantor-kantor,” tantang Uskup John, berilustrasi kepada anak-anak Asrama dan Sekolah Taruna Papua, di Mimika Provinsi Papua, Kamis siang.

Pesan ilustrasi tersebut berkaitan dengan cita-cita dan impian yang dilontarkan oleh peserta didik di Asrama dan Sekolah Taruna Papua. Selama ini, peserta penghuni Asrama dan Sekolah Taruna Papua berkisar ratusan anak, berasal dari pedalaman Mimika. Diantaranya, Aroanop, Tsinga, Waa-Banti, Jila serta Akimuga.

Anak-anak tersebut memiliki beragam impian dan cita-cita. Totalnya, 195 siswa-siswi terdaftar di lembaga pendidikan Taruna Papua milik LPMAK per-Juli 2016.

Beberapa diantaranya, mengaku diri secara langsung. Katanya, ingin menjadi guru, suster perawat, mantri, dokter, pilot serta menjadi karyawan PT Freeport, pegawai negeri dan lainnya. (willem bobi)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*