Home > Landas Article > Ekonomi

Ekonomi

 

 

 

 

 

 

 

Program Pengembangnan Ekonomi Pesisir

Sebagian besar masyarakat Suku Kamoro menempati wilayah pantai, seperti: Distrik Mimika Timur, Mimika Timur Jauh, Mimika Barat, dan sekitarnya. Ungkapan kehidupan Suku Kamoro dinyatakan dengan “3S” (Sungai – Sampan – Sagu). Berang kat dari hal tersebut LPMAK bekerjasama kemitraan dengan Gereja (Keuskupan) Timika melakukan program pemberdayaan ekonomi rumah tangga dengan menggiat kan aktivitas ekonomi nelayan. Hasil nelayan masyarakat Suku Kamoro berupa ikan jenis kakap putih (baramundi), campuran, dan kepiting.

Kegiatan Tabungan dan Fasilitas Kredit Lunak

Kegiatan tabungan dengan cara pemotongan langsung dari pendapatan nelayan setiap kali penimbangan sebesar Rp. 250/kg. Sedangkan fasilitas kredit lunak berupa kredit sarana produksi nelayan, seperti ketinting, jarring dan coolbox. Cara pembayaran kredit dipotong dari penjualan ikan sebesar maksimal 30% dari nilai penjualan. Pengembalian dari kredit sarana dikelola oleh Koperasi Maria Bintang Laut untuk digunakan pengembangan dan peningkatan sarana nelayan.

PEGUNUNGANPROGRAM PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT WIL. PEGUNUNGAN

Permasalahan mendasar masyarakat Amungme yang mendiami wilayah pegunungan (Jila, Tsinga, Arwanop dan Agimuga) adalah tidak adanya akses ekonomi, tranportasi dan pasar. Masyarakat sangat kesulitan untuk mendapatkan barang kebutuhan hidup (sembako). Helikopter merupakan satu-satunya transportasi yang dapat menjangkau daerah tersebut, kecuali wilayah Kiliarma-Agimuga dapat diakses melalui sungai.
Program Yang Dilakukan:
• Fasilitasi Helikopter untuk distribusi sembako bagi koperasi di wilayah Jila, Tsinga, Arwanop dan kampung sekitarnya.
• Penanaman padi, ternak babi dan pendirian kios sembako di wilayah Kiliarma-Agimuga.
• Pengadaan sarana produksi pertanian dan mesin giling padi.

PROGRAM KETAHANAN PANGAN DAN GIZI

Mulai tahun 2009 Biro Ekonomi LPMAK berkerjasama dengan pihak terkait, focus pada program ketahanan pangan dan peningkatan mutu gisi masyarakat di daerah pegunungan maupun di daerah dataran rendah. Peningkatan produksi dan pengembangan tanaman pangan lokal seperti sagu (metroxylon sagu rottb), ubi jalar dan betatas (keladi) adalah sasaran utama program. Tahun 2006 PT. Freeport Indonesia dan Keuskupan Timika bersama masyarakat Kampung Nayaro sudah mulai menginisiasi program ketahanan pangan dengan cara penanaman dan pembibitan sagu unggul di Kampung Nayoro selanjutnya dikenal dengan program DST (Dusun Sagu Tanam). Area DST 85 ha dan sudah ditanam lebih dari 2000 pohon sagu unggul yang pada umur 5 tahun mampu meproduksi 800 – 1000 kg sagu basah/pohon, sedangkan sagu local yang ada di Kab. Mimika hanya sekitar 250 kg/pohon. Untuk itu Biro Ekonomi LPMAK menggalang kerjasama dengan berbagai pihak seperti perguruan tinggi, perusahaan, pemerintah dan pihak lain dan berkompeten untuk memperkuat sistem ketahanan pangan masyarakat lokal, mulai dari aspek:
• Pengembangan komoditas lokal (sagu, ubi jalar, dan betatas)
• Peningkatan produksi
• Pengolahan
• Pengembangan teknologi

Disamping produk hayati juga diupayakan untuk mengembangkan produk hewani untuk memenuhi kebutuhan protein, kalsium dan vitamin/mineral lainnya.

POTENSI EKONOMI

Khas Kab. Mimika/Papua
Potensi Sumber Daya Alam
• Berbagai jenis tanaman sagu dan sagu unggul.
• Berbagai jenis tanaman ubi jalar dan betatas (keladi).
• Berbagai jenis tanaman pandan, dan buah merah.
• Perikanan (Kakap putih dan berbagai jenis ikan lainnya).
• Kepiting Timika (Kepiting Soka)
• Pertanian dan perkebunan (sayuran, pisang, dll.).
• Berbagai sumber daya alam lainnya.
Potensi Sosial Budaya
• Kerajinan ukiran anyaman kas suku Kamoro
• Seni budaya dan wisata

KERJASAMA DAN KEMITRAAN

Jalinan dan jaringan kerjasama Biro Ekonomi LPMAK
• PT. Freeport Indonesia : Donatur Utama (lembaga donor) dan support sistem.
• Pemerintah dan Dinas Terkait : Kerjasama program dan pelatihan
• Keuskupan Timika : Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
• Bina Swadaya Konsultan : Konsultansi pendampingan.
• Amarta-USAID : Kerjasama program perikanan, pertanian dan agribisnis.
• UI, UNIPA, UNCEN, Dll. : Penelitian dan pendampingan
• Bank Papua, BRI, Bank Mandiri, : Penyaluran program dana bergulir. Bank Mega, Bank Niaga dan Bank Danamon

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*