Home > About Us > Achievement

LPMAK Juara III Nasional Expo KSN 2009

LEMBAGA Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) meraih juara tiga nasional pada Expo (pameran) Kesetiakawanan Sosial Nasional (KSN) 2009 untuk kategori spesial desain (stand).
Pada stand yang meraih peringkat ketiga nasional ini LPMAK menyajikan berbagai informasi tentang program pengembangan masyarakat Amungme dan Kamoro yang sudah dijalankan oleh lembaga pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia ini.

Informasi program pengembangan masyarakat yang dikemas dalam bentuk poster, foto, dan data tentang pelaksanaan program pengembangan masyarakat banyak diminati pengunjung yang memadati Balai Sidang Jakarta Convention Center, pada 22-25 Oktober 2009 lalu. Tercatat jumlah pengunjung per hari di pameran ini sebanyak 5000-an orang.

Berdasarkan catatan di buku tamu, sedikitnya 700-an pengunjung yang ingin mendapatkan informasi yang komprehensif  tentang program pengembangan masyarakat yang sudah dilakukan oleh LPMAK. Kepada ratusan pengunjung, juga disampaikan capaian hasil dari program pengembangan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi masyarakat, dan prgram-program khusus serta program kemitraan dengan lembaga adat dan gereja.

Selain itu, pengunjung yang mendatangi stand LPMAK juga dapat mencicipi makanan olahan dari bahan dasar sagu, atau memborong ikan Baramundi hasil tangkapan nelayan Kamoro. Pengunjung juga dapat menikmati kekayaan budaya masyarakat lokal Mimika melalui kerajinan patung dan anyaman.
Expo KSN adalah pameran tahunan yang diselenggarakan yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial untuk memberi informasi kepada masyarakat tentang Corporate Social Responsibility (CSR) oleh berbagai perusahaan di seluruh Indonesia. Tujuannya menggugah dan memberi kesadaran pentingnya solidaritas antar seluruh komponen bangsa. Dengan demikian nilai-nilai kesetiakawanan antar masyarakat dapat terus tertanam.

Pada Expo KSN 2009, LPMAK berhasil meraih peringkat tiga terbaik setelah menyisihkan 350 peserta yang terdiri dari perusahaan kecil, mitra binaan BUMN, perusahaan swasta, lembaga perbankan, lembaga swadaya masyarakat, instansi pemerintah pusat dan daerah, serta sejumlah lembaga internasional.

Pujian dan dukungan diberikan oleh ratusan pengunjung kepada LPMAK. Salah satu dukungan diberikan oleh seorang pengunjung yang menuliskan harapannya agar LPMAK memperkuat posisi masyarakat lokal agar memiliki daya saing dengan daerah lain. LPMAK juga diminta lebih banyak memaparkan visi dan misi-nya untuk menghilangkan anggapan orang bahwa LPMAK hanya lembaga tempat menghamburkan uang.

Kepala Biro Humas LPMAK, Yeremias Imbiri, menerima langsung piala juara ketiga nasional dari Sekretaris Jenderal Departemen Sosial, Drs. Chazali H. Situmorang, APT.M.Sc. PH sebelum penutupan Expo KSN 2009 .

Dalam sambutan penutupannya, Chazali mengatakan, Expo KSN dilaksanakan setiap tahun untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang CSR, program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) BUMN, dan program pemberdayaan masyarakat dari dinas terkait.

Selain itu, kata Chazali, Expo KSN diharapkan dapat menjalin komunikasi antar berbagai lembaga dan perusahaan yang menjadi peserta untuk semakin meningkatkan kualitas kesetiakawanan sosial.
“Tanggung jawab sosial dunia usaha merupakan bentuk kesetiakawanan sosial didalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus sebagai investasi sosial,” kata Chazali. (miskan)

Apresiasi Buat LPMAK
TIM SDAC (Sustainable  Development Advisory Council) PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan apresiasi terhadap Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) yang telah bekerjakeras melayani masyarakat lokal melalui program pengembangan masyarakat. Pembangunan masyarakat di Mimika jika tidak dilakukan dengan hati dan memiliki niat baik dari semua pihak maka semua yang telah dikerjakan menjadi sia-sia.

Artinya, pembangunan itu tidak bisa dilakukan hanya oleh satu atau dua pihak saja melainkan secara bergotong royong. Sekalipun LPMAK telah melaksanakan tiga program utama yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dengan baik namun Tim SDAC mengingatkan agar LPMAK tetap mensinergikan program kerja secara terintegrasi dengan pemerintah agar bisa mencapai keberhasilan yang sistimatis.

Ungkapan apresiasi disampaikan Ketua Tim SDAC, Prof  Farid Anfasa Moeloek usai mendengar paparan Sekretaris Eksekutif LPMAK, John Nakiaya tentang pengelolaan program pendidikan dan kesehatan yang dilakukan LPMAK dengan menggunakan dana yang bersumber dari Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia.
Tim SDAC yang menghadiri paparan program yang berlangsung di Tembaga Room, Sheraton Hotel Timika pada Jumat (22/8) itu diantaranya Prof Achmad Ali, Prof Oekan S Abdullah, Dr M Chatib Basri dan Dra Mience Rumbiak.

Presentasi yang dipaparkan John Nakiaya mendapat tanggapan beragam dari anggota Tim SDAC. Secara umum Tim SDAC menilai prestasi kerja LPMAK tidaklah mengecewakan lantaran program-program yang dijalankan telah menyentuh harapan masyarakat.

Di bidang pendidikan, menurut Prof Achmad Ali tak bisa disangkal bahwa kemerosotan dunia pendidikan terjadi dimana-mana tidak saja di Mimika. Mengenai upaya LPMAK untuk memperbaiki mutu pendidikan sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Program Pendidikan 10 tahun kedepan adalah suatu langkah positif.

Hanya saja dia mengingatkan bahwa  kebijakan nasional selalu menghambat apa yang sudah digariskan oleh daerah masing-masing. Sekadar contoh, ia menyebut setiap penggantian seorang menteri pendidikan selalu diikuti pula dengan penggantian buku-buku pendidikan.

Tim SDAC mendukung program pendidikan mengenai kearifan local dimana hal itu seiring dengan kekhususan Papua melalui Undang Undang Otonomi Khusus (UU Otsus). Jadi, menurut Prof Achmad, program pendidikan khususnya kearifan local yang dirancang LPMAK tidak mesti mengikuti kurikulum nasional.

Samahalnya dengan pendidikan, menyikapi program kesehatan menurut Tim SDAC, LPMAK perlu berpikir secara umum dengan mendesain sistim pelayanan kesehatan yang baik. “Jangan berpikir linier saja,” kata Prof Moeloek. Hal itu dimaksudkan karena antara pendidikan, kesehatan dan ekonomi memiliki keterkaitan. “Program ini tidak bisa berdiri sendiri-sendiri,” kata Prof Moeloek.

Pertemuan dengan Tim SDAC itu dihadiri pula Managemen PTFI yang diwakili Marliyanto Ilyas, Section Head Village Based Economic Development PTFI, Iwan Kaldjat, Senior Manager External Relations, Denny Hudiana, Manager Legal and Government Affairs Specialist Project, Harry Budhyono, Gen Supt Sustainable Development, Gatut Adisoma, Senior VP Geo and Technical Service dan Executif Vice President for External Affairs PTFI, Demianus Dimara serta Pendamping LPMAK, Corneles Yom dan sejumlah staf LPMAK. (thobias maturbongs)